Suasana khas perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia terasa kental di salah satu sudut Kabupaten Tangerang. Warga RT 004 RW 08, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasarkemis, kompak melakukan gotong royong untuk menyiapkan gerobak hias yang akan ditampilkan dalam karnaval dalam rangka HUT RI ke-81, Minggu 16 Agustus 2026.
Ketua RT setempat, M Soleh, memimpin langsung persiapan tersebut bersama sejumlah warga. Kali ini, mereka mengusung tema Suku Asmat untuk gerobak hias yang dibangun bersama. Menurut M Soleh, tema itu tidak sekadar dipilih agar gerobak terlihat menarik, melainkan sebagai simbol persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman suku, adat, serta budaya Indonesia.
“Tema Suku Asmat dipilih agar kita sadar bahwa kebhinekaan dan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari harus tetap guyub dan kompak,” ujar M Soleh.
Semangat kebangsaan itupun dimaknai lebih luas. M Soleh yang menjalani periode kedua sebagai ketua RT berharap semangat gotong royong yang tumbuh dari persiapan karnaval ini tidak berhenti di kegiatan perayaan. Ia menekankan pentingnya kebersihan dan ketertiban lingkungan, terutama menjaga saluran air agar tidak tersumbat saat musim hujan tiba.
Proses pembuatan gerobak hias
Proses pembuatan gerobak hias ini memakan waktu sekitar satu minggu sebelum hari karnaval. Warga secara bergotong royong menyediakan bahan-bahan seperti kayu, triplek, cat, kain, dan berbagai aksesoris dekoratif lainnya. Masing-masing warga berkontribusi sesuai dengan kemampuannya, ada yang menyediakan bahan material, ada yang membantu proses pengerjaan, dan ada pula yang menyiapkan makanan dan minuman bagi para pekerja.
Kreativitas warga tampak dalam detail-detail dekorasi gerobak yang mengusung tema Suku Asmat. Mulai dari ukiran-ukiran tradisional khas Papua hingga pewarnaan yang menggunakan warna-warni alami. Gerobak tersebut rencananya akan ditarik menggunakan kendaraan roda empat dan dihiasi dengan banner bertuliskan semangat kemerdekaan.
Tokoh pemuda setempat, Rustam, juga menilai bahwa kegiatan bersama yang bermanfaat untuk warga layak mendapatkan dukungan bersama. Ia pun mengajak warga untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang mengangkat rasa kebersamaan.
“Gas terus, dukung Pak RT. Apalagi bakal ada lomba 17-an yang seru-seru,” ujar Rustam antusias.
Gotong royong tidak hanya melibatkan warga muda. H Sudiono, mantan Ketua RT periode sebelumnya, turut bergabung bersama Edi Suwatno, pemilik Bakso Mas Bayu, Rahmat, Warsino, serta warga lainnya. Menurut H Sudiono, kebersamaan menjadi modal penting untuk membangun lingkungan yang lebih baik.
“Kami semuanya berharap Indonesia semakin adil dan makmur, sehingga manfaat pembangunan bisa kita rasakan bersama, termasuk di wilayah ini,” tambahnya.
Dampak terhadap kebersamaan warga
Kegiatan gotong royong ini ternyata memberikan dampak positif yang melampaui sekadar persiapan karnaval. Interaksi antarwarga yang selama ini mungkin hanya berupa sapaan singkat di jalan kini menjadi lebih akrab dan erat. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali bekerja sama dalam proyek kreatif seperti ini.
Bu Ratna, salah satu warga yang ikut bergabung, mengungkapkan kegembiraannya. “Saya senang sekali bisa ikut membantu. Selain mendapatkan pengalaman baru, saya juga jadi lebih mengenal tetangga-tetangga yang selama ini jarang berinteraksi,” ujarnya dengan senyum.
Lurah Kutabaru, yang turut hadir memberikan dukungan, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warga RT 004 RW 08. “Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana semangat kemerdekaan bisa diwujudkan dalam bentuk nyata melalui kegiatan bersama. Semoga semangat ini dapat menginspirasi warga di kelurahan lain,” katanya.
Bagi warga, momen ini bukan sekadar tentang lomba atau kemeriahan karnaval. Ia menjadi ajang memperkuat persatuan dan kepedulian antarwarga di tengah perayaan kemerdekaan bangsa. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat terus berlanjut setelah perayaan kemerdekaan berakhir dan menjadi budaya di lingkungan setempat.
Inspirasi dan harapan
M Soleh mengungkapkan bahwa ide pengusungan tema Suku Asmat ini terinspirasi dari keinginannya untuk mengedukasi warga tentang keberagaman budaya Indonesia yang sangat kaya. “Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dengan adat istiadat yang beragam. Dengan mengangkat tema Asmat, kami ingin mengingatkan semua orang bahwa keberagaman ini adalah kekayaan yang harus dijaga bersama,” jelasnya.
Selain itu, persiapan gerobak hias ini juga menjadi ajang belajar bagi generasi muda di lingkungan RT 004 RW 08. Para remaja dan anak-anak terlihat antusias membantu mewarnai dan menghias gerobak, sambil mendengarkan cerita-cerita tentang sejarah perjuangan kemerdekaan yang diceritakan oleh para tetua.
“Penting bagi anak-anak muda untuk mengerti bahwa kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan dan pengorbanan. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa merasakan langsung semangat gotong royong yang perlu ditanamkan sejak dini,” ujar H Sudiono.
Kecamatan Pasarkemis sendiri rencananya akan menggelar karnaval HUT RI ke-81 di sepanjang jalan utama kecamatan. Ratusan peserta dari berbagai RT dan RW akan berpartisipasi dengan membawa kreativitas masing-masing. Karnaval ini menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh warga Kabupaten Tangerang.
Panitia karnaval tingkat kecamatan menginformasikan bahwa gerobak hias dari RT 004 RW 08 Kelurahan Kutabaru ini akan menjadi salah satu peserta yang paling mencolok karena keunikan tema dan kualitas kerajinan yang ditampilkan. Hadiah berupa piala dan uang pembinaan akan diberikan kepada peserta terbaik dalam karnaval tersebut.
Bagi warga, momen ini bukan sekadar tentang lomba atau kemeriahan karnaval. Ia menjadi ajang memperkuat persatuan dan kepedulian antarwarga di tengah perayaan kemerdekaan bangsa. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat terus berlanjut setelah perayaan kemerdekaan berakhir dan menjadi budaya di lingkungan setempat.
Sumber: Tangerang Online
